Foto: istimewa
Kayong Utara- Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya menegaskan pentingnya menjadikan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memperkuat keimanan, memperbaiki kualitas ibadah, serta membangun karakter masyarakat yang religius dan berakhlak mulia.
Hal tersebut disampaikan Bupati Romi Wijaya dalam sambutannya pada peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 yang digelar di Masjid Agung Oesman Al-Khair, Sabtu (10/1/2025).
Kegiatan ini dihadiri Penceramah KH. Mushoffan Makmun, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi Islam, serta jamaah dari berbagai lapisan masyarakat Kabupaten Kayong Utara.
“Melalui momentum Isra Mikraj ini, mari kita tingkatkan kualitas salat kita, sehingga ibadah menjadi kebutuhan yang menghadirkan ketenangan dan kekuatan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Bupati Romi Wijaya.
Bupati juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut. Menurutnya, majelis-majelis seperti ini sangat penting dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus membangun persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Kemudian, Bupati Romi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kayong Utara berkomitmen mewujudkan masyarakat yang religius, berakhlak mulia, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan sebagai dasar menjaga kerukunan sosial dan budaya.
Oleh karena itu, pembinaan keagamaan dan pembangunan karakter masyarakat terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Dikesempatan ini, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjauhi sikap saling menyalahkan dan merasa paling benar, serta memperkuat nilai toleransi, kebersamaan, dan saling percaya. Ia menekankan bahwa persatuan menjadi kunci dalam membangun daerah yang maju dan harmonis.
Selain itu, Bupati Romi Wijaya turut mengajak ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Kalimantan Barat yang akan digelar di Kabupaten Kayong Utara.
Menurutnya, ajang tersebut bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat identitas religius dan kebanggaan daerah.(*)
















