Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaKabupaten KetapangTerbaru

Bupati Ketapang Menghadiri Pengukuhan Bunda PAUD Kabupaten Ketapang periode 2025 – 2030

19
×

Bupati Ketapang Menghadiri Pengukuhan Bunda PAUD Kabupaten Ketapang periode 2025 – 2030

Sebarkan artikel ini

Foto; Istimewa

 

Ketapang – Bupati Ketapang Alexander Wilyo menekankan komitmen penuh pemerintah daerah dalam memperkuat layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di seluruh pelosok Ketapang. Menurutnya, pendidikan dasar pada anak usia dini adalah pondasi penting bagi lahirnya generasi emas yang kelak memimpin daerah dan bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Alexander usai menghadiri Pengukuhan Bunda PAUD Kabupaten Ketapang periode 2025 – 2030 yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Ketapang, Senin (24/11/2025).

Bupati mengungkapkan, terdapat lebih dari 300 PAUD yang beroperasi di Kabupaten Ketapang. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 merupakan PAUD negeri, sementara selebihnya dikelola pihak swasta dan yayasan. Ia menyampaikan apresiasi kepada para pengelola PAUD swasta yang dinilai sangat membantu memperluas akses pendidikan dasar bagi anak-anak.

“Sebenarnya ini adalah tugas pemerintah. Karena itu, saya sangat berterima kasih atas kontribusi pihak swasta dan yayasan yang telah menyelenggarakan PAUD,” ujarnya.

Namun demikian, ia juga menyoroti masih adanya 10 desa yang belum memiliki PAUD. Kondisi tersebut menurutnya harus segera menjadi perhatian dan ditangani bersama.

“10 desa yang belum memiliki PAUD harus menjadi atensi kita. Saya serius dalam urusan pendidikan, dan kita harus mengejar ini,” tegasnya.

Alexander pun mengajak seluruh pihak untuk bergotong royong memperkuat kualitas dan pemerataan layanan PAUD. Para kepala desa diimbau ikut mengambil inisiatif dengan membangun PAUD di wilayahnya masing-masing.

“Juga bisa bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan di sekitar, seperti perusahaan sawit, tambang, maupun pihak swasta atau yayasan yang konsen pada pendidikan seperti PAUD ini,” katanya.

Selain itu, Bupati Ketapang juga menyinggung pentingnya akses pendidikan bagi anak sekolah dan mahasiswa penerima beasiswa. Ia mengingatkan agar proses administrasi bantuan pendidikan tidak menyulitkan masyarakat.

“Kalau kita ingin membantu, jangan dipersulit. Saya tidak mau ada warga Ketapang yang tidak bisa sekolah karena tidak punya biaya,” ujarnya.

Ia meminta kepala desa, camat, dan para guru untuk terus aktif memastikan tidak ada anak-anak usia sekolah yang putus pendidikan.

“Ini menjadi perhatian kita semua. Jangan sampai ada anak yang tertinggal hanya karena urusan biaya,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *