Foto: Papan Informasi Proyek
Sumber: Tim
SEKADAU, RELASIPUBLIK – Di tepi jalan berdiri sebuah papan proyek. Angkanya mencolok Rp14,81 miliar. Anggaran sebesar itu bukan sekadar deretan nol dalam dokumen pemerintah, melainkan uang masyarakat yang dikumpulkan melalui pajak. Jumat (24/07/2026)
Paket Peningkatan Jalan Nanga Taman–Nanga Mahap Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi salah satu proyek infrastruktur yang diharapkan mampu membuka akses ekonomi, mempercepat distribusi hasil pertanian, sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Namun pengalaman publik selama bertahun-tahun melahirkan satu pertanyaan yang terus berulang.
Apakah jalan ini akan benar-benar awet, atau hanya mulus saat peresmian? Dugaan Kasus ini bukan untuk menghakimi siapa pun.
Sebaliknya, kritik diarahkan pada pentingnya menjaga kualitas pekerjaan. Jalan yang cepat rusak bukan sekadar persoalan teknis, melainkan juga beban ekonomi masyarakat.
Proyek bernilai hampir Rp15 miliar tentu membawa ekspektasi besar. Warga berharap setiap meter jalan dibangun sesuai spesifikasi, diawasi secara profesional, dan dipelihara sebagaimana kontrak yang telah ditetapkan.
Jika kualitas pekerjaan baik, masyarakatlah yang menikmati manfaatnya. Namun bila hasilnya mengecewakan, yang dirugikan bukan hanya pemerintah, melainkan seluruh warga yang setiap hari melintasi ruas tersebut.
*Transparansi Menjadi Kunci Utama*
Papan proyek telah memuat informasi dasar, tetapi transparansi tidak berhenti di sana.
Publik berhak mengetahui. Sejauh mana progres pekerjaan. Apakah mutu konstruksi sesuai spesifikasi teknis?
Bagaimana pengawasan lapangan dilakukan. Bagaimana proses pemeliharaan jika ditemukan kerusakan?
Keterbukaan justru akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah maupun penyedia jasa.
Dugaan bermasalah Jalan Nanga Taman–Nanga Mahap Sekadau
ini bukan tuduhan adanya terindikasi pelanggaran ataupun penyimpangan. Belum ada dasar yang menunjukkan hal tersebut dari informasi pada foto.
Namun kritik publik tetap relevan sebagai bentuk pengawasan sosial agar proyek yang dibiayai APBD benar-benar menghasilkan infrastruktur berkualitas.
“Uang rakyat seharusnya menghasilkan jalan yang bertahan bertahun-tahun, bukan sekadar proyek yang selesai di atas kertas,” ucap pengendara yang berteduh saat ingin melintasi jalan tersebut
Masyarakat yang melintasi ruas Nanga Taman–Nanga Mahap dapat ikut mengawasi pelaksanaan proyek dengan menyampaikan laporan.
Apabila menemukan dugaan ketidaksesuaian di lapangan melalui mekanisme pengaduan resmi pemerintah. Partisipasi publik merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pembangunan.
Sampai Berita ini ditayangkan, Media Relasipublik.com telah berupaya mengkonfirmasi pejabat Dinas (PUPR) Provinsi Kalimantan Bara yang menangani pekerjaan Jalan Nanga Taman–Nanga Mahap Sekadau, namun belum mendapatkan jawaban (Tim)
















