Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaKabupaten BengkayangPolitikTerbaru

Neneng Tinjau Jembatan Darurat di Kecamatan Teriak Pada Saat Reses

69
×

Neneng Tinjau Jembatan Darurat di Kecamatan Teriak Pada Saat Reses

Sebarkan artikel ini

Bengkayang- Neneng M,Sos Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat dari Partai Demokrat mengunjungi jembatan darurat penghubung antar Desa Setia Jaya dan Desa Lulang Kecamatan Teriak Kabupaten Bengkayang, pada hari Senin (08/11/2021) sekitar pukul 17:00 (Wib)

Kondisi Jembatan Pada saat diperbaiki warga

Menurut Kepala Desa Lulang Arkadius Daniel, jembatan darurat tersebut biasa disebut Jembatan Lompor oleh warga setempat, pada saat ingin dilalui kondisi jembatan sangat mengkhawatirkan, terutama untuk pengendara bermotor.

Dikatakan Arkadius Daniel, sebelum jembatan darurat berdiri, jembatan lama hancur diterjang banjir.

Foto:Jembatan Darurat Penghubung antar Desa Setia Jaya dan Desa Lulang 

“jembatan roboh karena masih ada tiang tengah. Sampah hanyut lalu nyankut di bawah jembatan,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, Jembatan tersebut rusak sejak bulan delapan 2021.

“Banjir dua kali berturut – turut. Jadi kami hanya bisa mengupayakan jembatan Swadaya,” ujar Kepala Desa Lulang tersebut.

Pihaknya sangat prihatin dengan kondisi Jembatan penghubung antara Desa Lulang dan Setia Jaya . Sebab jembatan sangat dibutuhkan sekali oleh warga setempat, mengingat para petani dan jasa angkutan sering melalui jembatan tersebut.

 

“Keluar masuk warga angkut hasil pertanian, bahan bangunan dan jasa angkutan,” terangnya.

Sementara itu Neneng,M.Sos anggota DPRD Provinsi Kalbar, setelah mendengar Jembatan Lompor dibangun darurat oleh warga Lulang saat mengelar Reses, Ia bergegas ke lokasi usai acara berakir didampingi Kades Lulang beserta rombongan untuk meninjau langsung kondisi bangunan jembatan darurat.

Neneng sangat prihatin dengan kondisi jembatan penghubung antar Desa Setia Jaya dan Desa Lulang di Kecamatan Teriak yang dikeluhkan warga.

Dirinya berharap kepada Pemerintah Bupati Bengkayang
dengan adanya usulan masyarakat mohon ditindak lanjuti,/.

“Kalau memang tidak ada dana darurat tahun 2021, kita harap pak bupati untuk menyelesaikan jembatan ini ditahun 2022,” harapnya (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *