Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaBerita Utama

Prediksi Tanggal Hari Raya Idulfitri 2026

35
×

Prediksi Tanggal Hari Raya Idulfitri 2026

Sebarkan artikel ini

Foto Ilustrasi

Sumber: internet

Jakarta – Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi sudah masuk penghujung. Mayoritas umat Muslim mulai bertanya-tanya kepastian tanggal Hari Raya Idulfitri 2026.Kamis(19/03/2026)

Sebagian besar umat muslim Indonesia memang masih merujuk pada keputusan pemerintah soal penetapan lebaran. Seperti yang sudah-sudah, pemerintah mengumumkan Hari Raya Idulfitri setelah proses sidang isbat 1 Syawal.

Sidang isbat rencananya digelar sore ini, Kamis, 19 Maret 2026 di auditorium Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta mulai jam 16.00 WIB.

Sejumlah organisasi masyarakat Islam sudah memberikan pernyataan mengenai kapan tanggal lebaran tahun ini. Berikut ini penjelasannya:

1. Muhammadiyah
Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal Idulfitri 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan ini diumumkan melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.

Maklumat tersebut menjelaskan bahwa Ijtimak menjelang Syawal 1447 Hijriah terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 pukul 01.23.28 UTC.

Pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak tersebut, telah ada wilayah di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi bulan lebih dari 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat. Wilayah pertama yang memenuhi parameter tersebut antara lain berada pada koordinat 64° 59? 57,47? LU dan 42° 03? 3,47? BT, dengan tinggi bulan sekitar 6° 29? 20? serta elongasi 8°.

 

Berdasarkan hasil hisab tersebut, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini menggunakan prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah.

 

 

2. Nahdlatul Ulama

Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) merilis data hilal penentuan Idul Fitri, 1 Syawal 1447 H. Data tersebut disampaikan dalam Informasi Hilal Awal Syawal 1447 H.

 

Data Falakiyah mengenai hilal 29 Ramadan 1447 H yang bertepatan dengan Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 M menunjukkan hilal sudah di atas ufuk, tetapi belum memenuhi kriteria imkanur rukyah.

 

Tinggi hilal terbesar terjadi di Kota Sabang, Provinsi Aceh dengan tinggi hilal mar’ie 2 dedajat 53 menit dan elongasi hilal haqiqy 6 derajat 09 menit, serta lama hilal 14 menit 44 detik. Sementara ketinggian hilal terkecil terjadi di Merauke, Provinsi Papua Selatan dengan tinggi hilal mar’ie 0 derajat 49 menit dan elongasi hilal haqiqy 4 derajat 36 menit, serta lama hilal 6 menit 36 detik.

 

Adapun di titik Jakarta dengan markaz Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat (koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT), tinggi hilal adalah 1 derajat 43 menit 54 detik dengan letak matahari terbenam pada 12 derajat 03 menit 24 detik selatan titik barat dengan elongasi 5 derajat 44 menit 49 detik dan lama hilal 10 menit 51 detik.

 

Ijtimak (konjungsi) terjadi pada Kamis Kliwon 19 Maret 2026 M pukul 08:25:58 WIB. Sementara itu, letak matahari terbenam berada di 00 derajat 33 menit 01 detik selatan titik barat dengan letak hilal beradai pada 03 derajat 33 menit 03 detik selatan titik barat dan kedudukan hilal pada 03 derajat 00 menit 02 detik selatan Matahari dalam keadaan miring ke utara.

Penghitungan atas data ini dilakukan dengan metode falak (hisab) tahqiqi tadqiki ashri kontemporer khas Nahdlatul Ulama.

 

3. Persatuan Islam (Persis)
Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) telah menerbitkan keputusan kalau Lebaran 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Persis menggunakan metode hisab imkan rukyat Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Menurut metode hisab imkan rukyat MABIMS posisi hilal/bulan pada Kamis (malam Jum’at) 29 Ramadan 1447 H/18 Maret 2026 posisi hilal sudah berada di atas ufuk di seluruh wilayah Indonesia. Namun, belum memenuhi kriteria ketampakan hilal atau visibilitas hilal/imkan rukyat MABIMS.

 

Berdasarkan data hisab, ijtimak menjelang bulan Syawal 1447 Hijriah terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 M pukul 08:23:26 WIB. Pada saat matahari terbenam diwilayah Indonesia, posisi Bulan berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 0° 53’ 58’ hingga 3° 07’ 15’’. Sementara itu, jarak elongasi Bulan–Matahari tercatat antara 4° 32’ 57’’ hingga 6° 06’ 39’’.

Walaupun ketinggian bulan sudah 3° namun Elongasi baru 6.1°. Belum mencapai 6.4°. Dengan demikian, bulan Ramadan 1447 H digenapkan 30 hari (istikmal).

“Persis menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Sabtu, 21 Maret 2026,” demikian keterangan resmi yang dikutip dari laman Persis.

 

Menunggu Keputusan Pemerintah

 

Meski sudah ada perbedaan penetapan dari organisasi Islam, kepastian Hari Raya Idulfitri 2026 di Indonesia tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah.

Jika merujuk berbagai prediksi, ada dua kemungkinan tanggal Lebaran tahun ini:

Jumat, 20 Maret 2026 (versi Muhammadiyah)
Sabtu, 21 Maret 2026 (potensi versi pemerintah, NU, dan Persis)

 

Perbedaan ini merupakan hal yang lumrah dalam penentuan kalender Hijriah, karena adanya perbedaan metode antara hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan langsung).

 

 

Sampai berita ini ditayangkan, menurut beberapa sumber yang dihimpun Media Relasipublik.com

 

Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penetapan awal Syawal 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Maret 2026. Forum ini akan menjadi rujukan pemerintah untuk menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 Masehi.

 

Sore ini, sidang isbat penentuan Hari Raya Idulfitri 2026 digelar bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta.

 

 

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam), Abu Rokhmad menerangkan sidang isbat akan dihadiri berbagai pihak. Seperti perwakilan duta besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, para pakar falak dari organisasi kemasyarakatan Islam, serta anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.

 

 

Jadwal dan tahapan sidang Isbat

 

 

Sidang isbat akan digelar pada

Hari/Tanggal: Kamis, 19 Maret 2026

Waktu: Mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai

Lokasi: Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta(*)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *